Artikel News

Pariwisata Sumatera Barat “Rancak Jauah”

pariwisata-sumatera-barat

Menurut (kompas.com 24/11/2014)  –  Pengamat pariwisataan Sumatera Barat (Sumbar) dari Universitas Andalas (Unand), Sri Setia Wati, menggambarkan kondisi pariwisata di provinsi itu ibarat “rancak jauah” atau hanya bagus dari segi kemasan saja.

Sri di Padang, Senin (24/11/2014), menyebutkan hal tersebut disebabkan tidak sebandingnya antara data kualitatif yang ada di pemerintahan setempat dengan data riil dari kondisi kepariwisataan di Sumbar.

“Saya menilai, ‘The Most Improved Travel Club Tourism Award’ yang didapatkan oleh Sumbar baru-baru ini hanya bersifat kepentingan dalam tataran luar saja,” katanya. Belum lagi baru-baru ini Sumatera Barat masuk nominasi Halal Tourism Awards 2016 , namun penghargaan tersebut tidaklah cukup untuk membuktikan kualitas Pariwisata suatu daerah.

Ia menjelaskan meskipun Sumbar mempunyai banyak tempat indah untuk tujuan pariwisata, namun hal tersebut tidak didukung dengan sikap keramahtamahan dari masyarakatnya, fasilitas yang memadai serta akses bagi wisatawan yang sangat jauh dari cukup.

Menurut Sri, sikap keramahtamahan masyarakat merupakan dasar dari sebuah kepariwisataan, dan itu belum dimiliki Sumbar.

Ia menilai penghargaan tersebut tidak mempunyai efek langsung terhadap masyarakat Sumbar, yang terlihat dari buruknya perilaku dan pola pikir masyarakat.

“Saya bisa contohkan, apabila kita hendak makan di sebuah restoran, para pramusajinya tidak bersikap ramah tamah dan hanya menampakkan tampang cemberut. Ini tidak akan menimbulkan kesan yang baik bagi wisatawan,” katanya.

Sekarang ini antara masyarakat dan pemerintah daerahanya berjalan sendiri-sendiri dalam mengartikan dan menjalankan pariwisata. “Kita lihat saja, di setiap rumah makan tradisional tidak ada daftar harga makanannya, sehingga harga tersebut dapat dimainkan. Padahal pemerintah telah mengimbau untuk menerapkan ‘price menu’ di setiap rumah makan,” katanya.

Disamping itu, lanjut Sri, meskipun tercatat jumlah kunjungan ke Sumbar meningkat yang ditunjang harga tiket pesawat yang murah dan jumlah penerbangan ke Sumbar meningkat, namun tidak serta merta dapat diasumsikan bahwa pariwisata Sumbar bagus.

“Bandingkan saja antara data wisatawan mancanegara dengan wisatawan nusantara yang datang ke Sumbar, mana yang lebih banyak?” katanya.

Sri mengatakan, kebanyakan wisatawan yang berkunjung ke Sumbar didominasi wisatawan nusantara yang memiliki kepentingan kerja bukan sengaja memilih Sumbar untuk tujuan berlibur.

minangisme-long-banner

About the author

Profile photo of admin

admin

1 Comment

Click here to post a comment

Skip to toolbar