pangganti siriah jo pinang
Adat Artikel

Carano : Rokok Sabatang pangganti Siriah Jo Pinang

Carano adalah simbol yang sarat makna untuk diberikan orang-orang special pada acara-acara sakral di Minangkabau, seperti penggunaan carano di acara penyambutan Presiden, Gubernur, Bupati karena perhargaan oleh masyarakat. Namun Carano pada hakikatnya menjadi syarat untuk prosesi pernikahan, carano diberikan kepada calon marapulai (mempelai pria). Tetapi tradisi ini mulai ditinggalkan oleh generasi penerus, karena terjadinya pergeseran budaya dan kurangnya informasi mengenai kebudayaan Minangkabau itu sendiri.

rokok sabatang

Sedikit informasi bagi anda yang tidak tahu apa itu carano, carano merupakan benda sakral berbentuk dulang berkaki dari kuningan. Di dalamnya berisi daun sirih, kapur, gambir, pinang, dan tembakau (rokok). Masing-masing dari isi carano memiliki makna tersendiri. Sirih merupakan simbol persaudaraan di Minangkabau, PENTING! jangan pernah menolak sirih jika ingin dihargai, karena jika kalian menerima sirih walaupun hanya sedikit, berarti anda, menerima persahabatan tersebut. sangat DISAYANGKAN budaya sirih sudah mulai ditinggal, walaupun carano masih dihiasi sirih, namun SIRIH tidak pernah habis dikonsumsi oleh orang-orang minangkabau tersendiri.

siriah pinang

Adapun fungsi dan tujuan dari isi carano berbeda-beda, namun dari beberapa isi carano tersebut pada umumnya dibagi menjadi 2 produk akhir, pertama sirih (gambir, kapur,sirih,pinang) kedua tembakau (rokok), peruntukan masing-masing produk ini membedakan gender yang akan diundang/disuguhkan. Rokok diperuntukan untuk kaum laki-laki dan sirih untuk kaum wanita.

 

minangisme-long-banner

About the author

Profile photo of admin

admin

2 Comments

Click here to post a comment

Skip to toolbar